Kantor:

SEKBER: Jl. Bandara Blimbingsari No. 57 Tegalwero - Blimbingsari Kec. Rogojampi Kab. Banyuwangi Jawa Timur. Email: agrowangi2011@gmail.com

Jumat, 09 Maret 2012

BUNGA CABE RONTOK DAN CARA PENGENDALIAN

Akhir-akhir ini banyak Petani yang mengeluhkan bunga cabenya pada rontok. Mereka bertanya obat apa yang baik untuk menanggulangi  masalah tersebut. Sebelum bicara obat dan pengendalian, kita terlebih dahulu harus mengetahui penyebab kerontokan bunga, itulah kunci awal dari pengendalian. Bunga rontok bias disebabkan oleh banyak hal, seperti difisiensi unsure P, Difisiensi calcium, serangan busuk dan bercak daun, atau perubahan suhu ekstrim.  Berikut kita ulas satu per satu;


A. Serangan Busuk Daun dan Bercak Daun
Gejala:
  • Musim penghujan seperti sekarang ini adalah masa-masa aktivnya serangan busuk daun dan bercak daun. Gejala ini ditandai dengan adanya bercak-bercak pada daun cabe atau daun membusuk seperti tersiram air panas kemudian daun berwarna kuning dan rontok.  Jika tanaman cabe terserang penyakit ini, dapat dipastikan bunga akan rontok karena proses fotosistensis tidak dapat berjalan sempurna dan menyebabkan kondisi tanaman tidak sehat.

Pengendalian:
  • Langkah utama adalah mengobati penyakit busuk dan bercak daun, jika penyakit tersebut dapat teratasi, maka tanaman akan kembali tumbuh normal dan bunga akan kembali bersemai.
  • Hentikan segala pemupukan dan penggunaan pupuk daun dan ZPT, khususnya pupuk daun yang mengandung unsure N tinggi, karena unsure N merupakan sumber makanan utama bagi fungsi penyebab busuk daun dan bercak daun.
  • Setelah dipastikan penyakit tersebut berhenti, baru lakukan penyemprotan dengan menggunakan pupuk daun yang berfungi memacu pembungaan (RG-03) ditambah triaconazol (Hopsanol).
Rekomendasi Obat:
  • Fungi: Tembaga oksida; mankozeb; tebuconazol; defenoconazol, dll.
  • Pembungaan: RG-03; Hopsanol; MKP
B. Difisiensi Calsium
Gejala:
  • Tangkai bunga menguning, lama-kelamaan bunga rontok. Disamping itu banyak ditemukan buah yang udah besar berwarna kekuning-kuningan. Banyak petani menyebutnya bajang.

Pengendalian:
  • Sebaiknya sejak umur 30 HST, calcium segera dimasukan, meskipun gejala difisiensi tersebut belum nampak. Tetapi jika udah terserang, sebaiknya menggunakan calcium yang dilengkapi unsure mikro, tetapi harganya agak mahal.
Rekomendasi Obat:
  • Cari calcium di toko-toko pertanian, banyak tersedia.
C. Difisiensi unsur makro P dan mikro
Gejala:
  • Tanaman nampak sehat, tidak ada gejala serangan bercak daun dan busuk daun, tidak nampak adanya buah yang kekuning-kuningan, buah bawah hingga tiga tangkai jadi, tetapi bunga atas tiba-tiba banyak yang rontok. Hal ini karena asupan makanan kurang (difisiensi), sehingga makanan tidak nyampai hingga ke atas, khususnya untuk unsure P dan unsure mikro. Tanda lain biasanya daun cenderung kaku dan bergelombang.
Pengendalian:
  • Hentikan segala bentuk ZPT, khususnya GA3 (perangsang pertumbuhan).
  • Gunakan pupuk kandungan P tinggi dengan cara dikocor/gejik dan pupuk daun P tinggi untuk disemprot. Tambahkan unsure mikro.
Rekomendasi Obat:
  • Kocor atau gejik: Superphos
  • Semprot: RG-03 (sumber unsure P); Vitaflora (Sumber unsure mikro); Bunavita(sumber unsure mikro); Hopsanol. Vitafolra dan Bunavita, pilih salah satu, jangan gunakan kedua-duanya.
D. Cuaca Ekstrim
Gejala:
  • Tanpa suatu alasan yang jelas, tiba-tiba banyak bunga yang rontok. Ditandai dari tangkai bunga menguning, kemudian satu persatu bunga berguguran. Tak mengenal ruas, bunga bawah hingga atas banyak yang rontok. Jika tanaman cabe kita mengalami kondisi seperti ini, kita harus mempertimbangkan bagaimana dengan kondisi cuaca. Dapat dibayangkan, pagi hingga siang panas menyengat, tiba-tiba jam 1 siang hujan lebat disertai angin kencang hingga semalam suntuk. Ya… tanaman kita akan mengalami “stress” dan salah satu akibatnya bunga pada rontok.
Pengendalian:
  • Jangan menjadikan tanaman kita terlalu gemuk. Tanaman gemuk berbeda dengan tanaman sehat. Pemupukan yang berlebih dapat menjadikan tanaman kita gemuk, tetapi belum tentu sehat. Tanaman gemuk sulit beradaptasi dengan perubahan cuaca yang ekstrim, sehingga tanaman mudah stress. Lakukan pemupukan secara berimbang.
  • Tanaman jangan terlalu dipacu dengan perangsang pertumbuhan, karena akar, batang dan daun cenderung labil dan tidak kokoh sehingga sangat riskan terhadap serangan berbagaimacam penyakit dan perubahan cuaca.
Rekomendasi Obat:
  • Karena konsentrasi pembahasan pada topik ini pembungaan, maka gunakan pupuk dengan kandungan unsure P tinggi (RG-03), Superphos, Vitafolra, Bunavita, dll.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar