Kantor:

KANTOR: Jl. SMPN 1 Sempu No. 1 Karangsari Kec. Sempu Kab. Banyuwangi Jawa Timur. Email: agrowangi2011@gmail.com

Sabtu, 26 November 2011

PENGENDALIAN ULAT BUAH PADA CABAI

Ulat Buah (Helicoverpa armigera Hubn)
Akhir-akhir ini, banyak petani yang mengeluhkan serangan OPT ini. Selain populasinya yang meledak, aplikasi beberapa jenis obat-obatan yang sering digunakan petani, tidak mampu lagi mengendalikan serangan ulat ini. 

Bahkan ada kisah nyata dari seorang Petani Mitra, ketika penyemprotan dengan salah satu jenis obat  dan ulat ini tidak bergeming (tidak mati), keesokan harinya ia kumpulkan ulat-ulat tersebut dengan harapan mengurangi populasinya dan diberikan pada burung peliharaannya dirumah. Berselang satu jam, justru burung peliharaanya terkapar tak berdaya.

Ulat Buah Cabai Helicoverpa spp HSN ini dulunya dikenal dengan nama Ulat Buah Heliothis spp.  Ulat buah cabai ini biasanya akan menyerang cabai mulai cabai masih berwarna hijau hingga pada saat cabai masak.  Ulat menyerang cabai dengan cara mengebor dan masuk ke dalam buah cabai.  Akibat serangan ulat ini cabai menjadi rusak sehingga tidak bisa dijual ke pasar.

Ulat buah cabai Helicoverpa dapat dikendalikan dengan beberapa cara,  antara lain :
Secara Kultur Teknis, dengan cara menanam tanaman cabai pada lahan yang sebelumnya bukan ditanami dengan tanaman cabai atau tomat.

Secara Mekanis.  ulat buah dapat dikendalikan dengan cara mengumpulkan buah-buahan yang terserang ulat dan memusnahkanya dengan cara  menguburnya di dalam tanah atau di bakar.

Secara Sanitasi, dengan cara membersihkan gulma atau rerumputan di sekitar pertanaman.  Gulma atau rerumputan merupakan inang / tempat hidup bagi ulat, dengan pembersihan gulma / rerumputan berarti akan menekan populasi ulat.

Secara kimiawi.  Pengendalian ulat buah dilakukan dengan cara penyemprotan dengan bahan kimia pestisida secara bijak sesuai dengan anjuran / rekomendasi setempat.  Pestisida yang biasa dipakai adalah pestisida berbahan aktif enamektin benzoat 5% dan lamda sihalotrin 25 g/l.  Sebelum mengaplikasikan pestisida ini alangkah baiknya apabila anda berkonsultasi terlebuih dulu dengan petugas teknis, penyuluh pertanian atau pengamat OPT yang terdekat dengan anda.

Penyemprotan pestisida ini sebaiknya dilakukan pada malam hari sebab ulat buah Helicoverpa ini biasanya aktif pada malam hari.  Untuk menambah daya rekatnya, saat penyemprotan pestisida dapat ditambah dengan perekat perata dengan dosis sesuai anjuran atau label sehingga penyemprotan pestisida menjadi lebih effektif.  Carilah bahan perekat perata untuk pestisida yang sudah banyak di jual di pasar dengan .

Sebaiknya untuk mengendalikan ulat buah cabai Helicoverpa ini dilakukan secara terpadu dengan menggabungkan berapa teknik pengendalian hama yang memungkinkan.  keberhasilan teknik pengendalian ini sejak awal akan dapat mengurangi serangan ulat buah cabai Helicoverpa ini.

(Sumber: penyuluhpertanian.com)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar