Saat luas produksi cabe tidak terkontrol, yang terjadi akhirnya over production dan harga cabe jatuh jauh dibawah Break Event Point (BEP).
Kapan kira-kira saat yang tepat budidaya cabe?
Terdapat beberapa pendekatan yang dapat dijadikan acuan untuk memprediksi kapan saat yang tepat budidaya cabe:1. Saat Permintaan Benih Cabe Menurun.
Permintaan benih cabe mengindikasikan luas area tanam. Ketika permintaan benih cabe tinggi, menunjukan banyak petani yang membudidayakan cabe, begitu pula sebaliknya.
2. Saat Harga Jatuh.
Lemahnya sistem informasi pertanian di Indonesia membangun mentalitas "IKUT-IKUTAN" bagi para petani. Saat suatu harga komoditas bagus, petani ikut berbondong-bondong menanam. Karena mentalitas tersebut, saat harga cabe jatuh seperti sekarang ini, banyak petani yang "JERA" sehingga tidak menanam cabe. Cukup beralasan karena budidaya cabe membutuhkan biaya yang tidak sedikit, sehingga kerugian yang dideritapun cukup besar.
Atau mungkin ada indikator lain yang dapat dijadikan rujukan???

mg bermanfaat..
BalasHapus